Sunday, December 15, 2019

5 Perkara sebelum Yesus Memulakan Pelayanan-Nya (Matius 4:12-17)



Matius 4:12, "Apabila mendengar bahawa Yohanes telah dipenjarakan, Yesus pun pergi ke Galilea." Yesus hanya memulakan pelayanan-Nya secara aktif apabila Yohanes Pembaptis telah dipenjarakan. Kenapa? Dalam podcast Pengajian Alkitab Injil Matius kali ini, kamu akan diterangkan tentang kenapa ini terjadi dan lima (5) perkara yang kita boleh belajar daripada Yesus sebelum memulakan apa-apa pelayanan. Selamat mendengar! #ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

3 Godaan Iblis yang Yesus Alami: Krisis Identiti, Kebaikan Allah & Kesetiaan-Nya (Matius 4:2-11)



Sebagai manusia, Yesus perlu dibaptiskan walaupun Dia tiada dosa. Sebagai manusia juga, Yesus mengalami pencubaan dan godaan sama seperti kita tetapi Dia tidak jatuh ke dalam dosa. Kenapa Yesus perlu dibawa oleh Roh Kudus untuk digodai Iblis? Saya tidak pasti, Matius tidak menceritakan sebabnya. Tetapi apa yang pasti ialah: Jika Yesus dalam kemanusiaan-Nya boleh menang melawan godaan Iblis, ini bermaksud kita pun BOLEH juga! Setiap kita yang percaya akan dicubai: "Betulkah kamu ini anak (child) Allah?" (Identiti); "Kalau kamu pengikut Yesus, kenapa kamu mengalami penganiayaan, kesusahan dan penolakkan? Betulkah TUHAN itu baik?" (Kebaikan Allah); "Perlukah kamu melakukan kehendak Allah yang susah ini? Lihat! Ada cara yang lebih mudah..." (Kesetiaan kamu). Perhatikan bagaimana Yesus melawan godaan Iblis dan menang! Ambil Alkitab kamu, buka ke Matius bab 4 ayat 1 hingga 11 - dengar podcast ini #ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Jika Kita Digodai Iblis, Kita Kalah tetapi Jika Ada Yesus, Kita Menang! (Matius 4:1)



Iblis atau Setan ialah ketua segala kejahatan. Roh-roh jahat melakukan keinginannya. Dia sendiri pernah mencubai Ayub, menyeleweng pemikiran Daud, berjaya meracuni hati Yudas, mempengaruhi Petrus, dan sebagainya. Yohanes 10:10 mengatakan bahawa dia bertujuan untuk "mencuri, membunuh dan membinasakan"; dia "pembunuh... tidak menyokong kebenaran... berdusta... bapa segala dusta" (Yohanes 8:44); dia musuh kita yang "merayau seperti singa yang mengaum mencari mangsa" (1 Petrus 5:8) dan jangan mudah terjatuh dalam penipuannya kerana dia boleh "menyamar seperti malaikat cahaya" (2 Korintius 11:14).

Dengan musuh seperti ini, bagaimana kita boleh melawan godaannya? Walaupun Iblis malaikat yang jatuh, dia lebih kuat daripada kita. Jangan main-main. Oleh itu, Yesus Kristus ada! Dia datang untuk "menyelamatkan umat-Nya daripada dosa" (Matius 1:21) dan "datang untuk membinasakan pekerjaan Iblis" (1 Yohanes 3:8). Jika kita digodai Iblis, kita kalah. Tetapi, jika ada Yesus Kristus dan kamu menggunakankan kekuatan-Nya, kamu akan menang! Dengar podcast ini untuk mengetahui lebih lanjut #ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Kenapa Yesus Kristus yang TIADA Dosa Perlu Dibaptiskan? (Matius 3:13-17)



Apabila Yohanes Pembaptis membaptis orang di Sungai Yordan (Matius 3:5), dia memberitakan hal tentang pertaubatan (3:2) dan sebelum orang dibaptiskan, "mereka mengakui dosa mereka" dahulu (3:6). Jadi, apabila Yesus datang berjumpa dengan Yohanes untuk dibaptiskan, dia "cuba menolak" (3:14) Yesus. Kenapa?

Kerana Yesus tidak ada dosa yan g perlu diakui! "Sepatutnya Engkau yang membaptisku," kata Yohanes (3:14). Paulus menulis, "[Yesus] yang tidak mengenal dosa" (2 Korintius 5:21); Penulis Ibrani berkata, "[Yesus] tidak melakukan dosa" (Ibrani 4:15); Petrus, murid yang rapat dengan-Nya mendakwa, "[Yesus] tidak melakukan dosa" (1 Petrus 2:22); dan rasul Yohanes, orang yang dikasihi-Nya, bersaksi, "Dalam diri [Yesus] tiada dosa" (1 Yohanes 3:5). Oleh itu saya bertanya, kenapa Yesus perlu dibaptiskan? 😉 #ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Apa Pengkhutbah Pada Masa Kini PERLU Belajar daripada Yohanes Pembaptis? (Matius 3:1-12)



Tempat pelayanan: Gurun. Fesyen: Pakaian bulu unta dan tali pinggang kulit. Makanan: Belalang dan madu 🐝 Mesej? Ini yang penting 🔥 Semua itu kita tidak perlu ikut, tetapi mesej Yohanes Pembaptis sangat penting pada masa sekarang. Dalam Podcast ini, ada tiga (3) topik/isu/perkara yang kita - lebih-lebih lagi pengkhutbah pada masa sekarang - PERLU belajar daripada Yohanes Pembaptis 📖😉👍 Selamat mendengar 👂 #ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Cubaan Membunuh Yesus! (Matius 2:13-23)



Perhatikan watak raja Herodes dalam cerita ini, dia "risau" (Matius 2:3) dengan kehadiran seorang bayi atau kanak. Raja cemas dengan budak kecil??? Kenapa? Selepas itu, dia "menyiasat" (2:4). Kemudian, berpura-pura ingin "menyembah Yesus" (2:8). Apabila dia "marah" (2:16) kerana ditipu, dia memerintah orang-orang suruhannya untuk membunuh semua anak lelaki yang berumur 12 tahun dan ke bawah di Betlehem. Ini tujuan sebenarnya - "membunuh" (2:13)!  Apa yang kita boleh belajar tentang hal ini? Pernah kamu bayangkan hal ini di Betlehem apabila menyanyikan/mendengar lagu Krismas? Ini dan banyak lagi 😉 mari membuka Alkitab ke Matius 2:13-23 📖 dan selamat mendengar 👂🔥#ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Bahagian 2: Belajar 5 Perkara daripada Orang Bangsa Asing (Matius 2:1-12)



Paul menasihati Timotius untuk menghentikan "cerita dongeng" (1 Timotius 1:4) dan jangan melayani "perbahasan yang sia-sia" (2 Timotius 2:23). Oleh itu, dalam Pengajian Alkitab, terutamanya dalam Injil Matius bab 2:1-12 yang kita belajar sekarang, jangan kita membuat andaian dan spekulasi yang terlampau tentang siapa dan dari mana ahli ilmu bintang (orang-orang Majus) dari Timur ini 😉  Dengan itu, saya ingin berkongsi kepada kamu tentang lima (5) perkara yang saya belajar daripada orang bangsa asing ini... 🔥📖 Selamat mendengar! 👂#ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Bahagian 1: Belajar 5 Perkara daripada Orang Bangsa Asing (Matius 2:1-12)



Paul menasihati Timotius untuk menghentikan "cerita dongeng" (1 Timotius 1:4) dan jangan melayani "perbahasan yang sia-sia" (2 Timotius 2:23). Oleh itu, dalam Pengajian Alkitab, terutamanya dalam Injil Matius bab 2:1-12 yang kita belajar sekarang, jangan kita membuat andaian dan spekulasi yang terlampau tentang siapa dan dari mana ahli ilmu bintang (orang-orang Majus) dari Timur ini 😉  Dengan itu, saya ingin berkongsi kepada kamu tentang lima (5) perkara yang saya belajar daripada orang bangsa asing ini... 🔥📖 Selamat mendengar! 👂#ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

2 Karakter yang Istimewa: Layak Dicontohi & Disembah (Matius 1:18-25)



Karakter Yusuf: cerita tentang dia sangat pendek tetapi contoh yang ditunjukan olehnya sangat memberkati kita. Semasa Krismas dan khutbah, ramai yang berfokuskan kepada Maria, bagaimana dengan Yusuf, bapa Yesus? Kamu kenal dia?

Karakter Yesus: berkurun-kurun lamanya orang berdebat tentang siapa Dia sebenarnya. Dia dilahirkan oleh Maria melalui Roh Kudus. Apakah maksudnya? Apakah bukti tentang kemanusiaan dan keilahian Yesus? Bagaimana kebenaran ini praktikal bagi kita?

Buka Alkitab kamu ke Injil Matius 1:18-25. Selamat mendengar 👂😉👍 #ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

3 Kebenaran tentang Allah dalam Salasilah Yesus Kristus (Matius 1:1-17)



Bila kamu ingin membaca Injil Matius, kamu akan mendapati ada senarai yang panjang tentang salasilah Yesus Kristus. Kamu baca? atau kamu baca cepat-cepat? atau kamu melangkau terus ke cerita seterusnya? Disini saya ingin menerangkan kepada kamu bahawa salasilah ini bukan sesuatu yang bosan dan tidak penting, tetapi banyak yang kita boleh belajar daripada senarai nama-nama (yang susah dibaca) ini.

Ada Tiga (3) Kebenaran tentang Allah yang saya belajar daripada Matius 1:1-17 😉👂Selamat mendengar! #ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

5 Perkara Sebelum Mengkaji Alkitab (Injil Matius)



Pengajian Alkitab dalam Injil Matius ini tidak akan dilakukan secara mendalam dan menyeluruh. Saya bercadang ingin melakukan pengajian yang lebih praktikal dan mudah untuk difahami. Alkitab ialah Firman Allah yang ditulis oleh manusia, diilhami oleh Roh Kudus, diutus oleh Allah Bapa dan ia tentang Yesus Kristus. 1 Tesalonika 2:13, "[Kami] sentiasa bersyukur kepada Allah kerana apabila kami menyampaikan perkhabaran Allah kepadamu, kamu telah mendengar dan menyambutnya bukan sebagai perutusan daripada manusia tetapi sebagai Firman Allah."

Ada 5 Perkara yang kita HARUS tahu sebelum kita mengkaji Injil Matius untuk episod-episod yang akan datang:

#1 Kita harus bersikap bersyukur dan sentiasa haus akan Firman Allah

#2 Jangan hanya menjadi PELAJAR Firman sahaja, tetapi juga menjadi PELAKU Firman (Yakobus 1:22)

#3 Berdoa untuk pimpinan Roh Kudus (Yohanes 16:13)

#4 Berdoa supaya mata rohani dicelikkan untuk mengenali siapa Yesus Kristus lebih lagi (Lukas 24:31)

#5 Berdoa kepada Allah Bapa supaya membuka pintu pemahaman agar boleh mengerti maksud Firman-Nya (Lukas 24:45)

#ServeToLead #InjilMatius
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: The Importance of Your Confession (Part 9/9)



We need to see how the right use of the tongue links us in a very special way to Jesus Christ as our High Priest. The high priesthood of Jesus is an eternal ministry that goes on continually in heaven. After He had dealt with our sins, died, risen again and ascended into heaven, He entered into a ministry as our High Priest forever, always representing us in God's presence. He is our High Priest on the condition that we make the right confession with our tongues.

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: The Reason You Have a Tongue (Part 8/9)


"Our tongues are our glory," said Derek Prince. You might ask why. The answer is because the Creator gave each of us a tongue for one supreme purpose - to glorify Him. The only reason for a tongue is that with it you and I may glorify God. That is why our tongues become our glory. It is the member by which, above all others, we may glorify the Creator.

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: 3 Steps of Healing (Part 7/9)


Let us look at three simple, practical, scriptural steps to dealing with the problem of your tongue. Take these steps and see to it - that your tongue be healed.

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: The Root of the Problem (Part 6/9)


God has made a provision in Scripture for the healing of our tongues. The first step in acquiring this is to identify the root of the problem. The testimony of Scripture is clear and unequivocal: the root of every problem affecting our tongues is in our hearts.

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: 6 Diseases of the Tongue (Part 5/9)


We have studied an example from the Old Testament that illustrates how "death and life are in the power of the tongue." We learned that the right use of the tongue will impart life, and, conversely, the wrong use will impart death. Now we will consider certain specific diseases that affect our tongues. These six (6) diseases that commonly infect our lives through the misuse of our tongues can, in some cases, be fatal if left unchecked.

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: Words determine Destiny (Part 4/9)


In the Book of Numbers chapter 13 to 14, there are 10 spies focused on the problems, not on the promises. But there are 2 spies, Joshua and Caleb, focused on the promises, not the problems. They said, "We are able"; the other 12 said, "We are not able." Each got exactly what they said. They all settled their own destinies by the way they used their tongues.

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: Toxic Tongue, Worthless Religion (Part 3/9)


It does not matter how religious we may claim to be. We may attend church, sing hymns and do all the other things that are expected of religious people. In themselves, all these things are good. We may do all those things, but if we do not keep our tongues under control, our religion is worthless and unacceptable to God. Listen to this: "If you claim to be religious but don’t control your tongue, you are fooling yourself, and your religion is worthless" (James 1:26) Do you need healing for your tongue?

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: Out of the Heart It Overflows (Part 2/9)


There is a direct connection between the heart and the mouth. Jesus states, "A good man out of the good treasure of his heart brings forth good words; an evil man, out of the evil treasure in his heart brings forth evil words" (read Matthew 12:33-37). If the heart is good, then out of the mouth or tongue will come words that are good. But if the heart is evil, then out of the mouth will come words that are evil. Does your tongue need healing?

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Lord, Heal My Tongue: Death or Life (Part 1/9)


"Death and life are in the power of the tongue, and those who love it will eat its fruit" (Proverbs 18:21, NAS). Death or Life? Both are in the power of the tongue. If we use our tongues or mouths properly, we will have life; if not, the result is death. The tongue is the decisive member. Does your tongue need healing?

[This is a reading from Derek Prince's Does Your Tongue Need Healing? (1986) by Derek Prince Ministries International. Published by Whitaker House] #ServeToLead #HealMyTongue
_____________


THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Friday, December 6, 2019

Lima (5) Sebab Utama Kenapa Saya Tidak Merayakan Hari Krismas Lagi


Sejak dari dulu, saya suka menyiasat perkara-perkara yang menarik minat saya dan yang misteri. Perasaan ingin tahu itu memang sudah ada dalam diri dan personaliti saya. Saya tidak mahu percaya hanya disebabkan ramai orang percaya atau kerana ia popular. Kalau kepercayaan saya itu salah, jika ada bukti kukul, maka ia salah dan saya harus meninggalkannya. Kalau benar, benar. Contohnya, bila saya menyiasat tentang pelbagai kepercayaan agama termasuk Kristianiti, saya mendapati bahawa ada banyak misteri, kepalsuan dan kebenaran yang tidak dinyatakan kepada orang umum. Ada juga konspirasi-konspirasi yang sensasi tetapi tidak mempunyai asas yang kukuh. Ada juga perkara yang akan tetap menjadi misteri. Malah ada suatu ketika saya mulai hilang kepercayaan kepada ajaran Kristian kerana saya membaca, mendengar dan menonton banyak sumber tentang atheisme dan anti-Kristian. Tetapi disebabkan oleh sikap saya ingin menyiasat untuk mendapatkan kebenaran (dan kini saya sedar tentang kasih kurnia Allah), saya kembali semula kepada ajaran Kristian dan Alkitab. Malah, iman dan kepercayaan saya kepada Tuhan Yesus Kristus semakin bertambah berbanding dengan sebelumnya.

Berdasarkan latarbelakang ini, apabila kita pergi ke topik Hari Krismas, kamu harus sedar bahawa saya sudah menyiasat tentang perayaan ini dengan dalam, sejujur dan tanpa prejudis seboleh yang mungkin. Saya mendapati – sudah lama saya sedar, cuma kali ini saya bersuara – bahawa Hari Krismas ialah perayaan pagan atau penyembahan berhala. Ada banyak sumber yang kita boleh rujuk yang boleh dipercayai di internet dan melalui buku-buku rujukan terutama sekali ensiklopedia yang boleh mengesahkan kenyataan ini. Jangan percaya bulat-bulat dengan apa yang kamu baca, dengar dan tonton tetapi kamu harus melihat dari mana sumber rujukan mereka. Hampir 100% atau majoriti ahli akedemia, ahli sejarawan dan ahli teologi mengesahkan bahawa Hari Krismas berasal daripada perayaan pagan (mungkin lebih daripada satu budaya atau kepercayaan) suatu masa dahulu. Oleh itu, sebagai seorang Kristian, iaitu pengikut Kristus, dan seorang yang rasional, saya tidak boleh mengendahkan fakta ini! Bagi saya, ada Lima (5) Sebab Utama Kenapa Saya Tidak Merayakan Hari Krismas Lagi. Ingat, ini ialah “bagi saya,” pendirian saya. Baca dengan teliti sebelum memberi respon atau reaksi.

Sebab #1 Hari Krismas Berasal dari Perayaan Pagan. Ini adalah sebab seperti yang saya sudah nyatakan diatas. Saya tidak akan mengulas tentang asal Krismas ini dengan lanjut kerana banyak sumber rujukan yang boleh kita baca dan tonton sendiri. Cukuplah saya menerangkan bahawa Hari Krismas pada masa sekarang ialah gabungan antara beberapa perayaan pagan, tradisi keagamaan dan elemen budaya. Dua perayaan pagan pada musim sejuk yang popular yang berkaitan dengan asal Krismas ialah Roman Saturnalia dan Germanic Yule. Mereka menyambut perayaan ini dengan berpesta-pora, makan dan minum sampai mabuk, aktiviti seks bebas, penyembahan berhala dan sebagainya. Rata-rata penganut Kristian tidak melakukan hal-hal terkutuk seperti itu tetapi inilah hakikat asalnya perayaan Krismas. Yesus tidak dilahirkan pada 25th Disember! Pokok Krismas, Santa Clause, carolling, perkongsian hadiah (oh, ini tidak salah malah baik!) dan sebagainya ditambahkan ke dalam tradisi Krismas dari masa ke semasa. Walaupun gereja masa lalu telah mengubah tujuan, aktiviti atau tradisi dan nama perayaan itu (Christmas bermaksud Christ’s Mass atau The Mass of Christ), fakta tetap sama: Hari Krismas berasal daripada perayaan pagan. Ramai mengakui bahawa Halloween memang perayaan pagan, oleh itu, kita tidak menyambutnya. Bagaimana pula dengan Krismas? Ini semua “peraturan manusia”! (Matius 15:9)

Sebab #2 Hati Nurani (Conscious) Saya Mengatakan Ianya SALAH. Ramai yang berkata, “Memang Hari Krismas berasal daripada perayaan pagan [maksudnya sudah tahu], tetapi kita sekarang hanya menggunakan Hari Krismas sebagai peringatan tentang kelahiran Yesus [alasannya].” Saya sangat faham dengan apa yang dimaksudkan dengan kenyataan itu. Ia bermaksud, secara ringkas, asal tidak penting tetapi tujuan (atau motif) itu lebih penting. Bayangkan kita mengaplikasikan pemikiran itu seperti ini: Kamu ialah seorang pastor dan memerlukan dana untuk membina gereja. Kamu tahu saya mencuri wang daripada James dan kemudian saya membunuh dia. Pada hari minggu, saya memberikan wang itu kepada kamu untuk pembinaan gereja. Adakah kamu akan mengambilnya? Jika kamu bermoral dan pengikut Kristus yang sebenar, kamu TIDAK akan mengambil wang itu. Kenapa? Kerana kamu tahu dari mana asalnya wang itu! Jika kamu meletakkan situasi itu dengan hal yang paling penting – seperti asas iman dan kepercayaan kita kepada TUHAN Allah – adakah asalnya penting atau tidak? Sekarang, berbalik kepada topik, adakah asal Hari Krismas itu penting atau tidak? Berdasarkan logic ini, YA. Jika saya tahu asalnya salah, kenapa saya ingin merayakannya? Untuk sebab ini, bagi saya, saya harus berdiri teguh. Saya faham jika kamu masih belum diyakini. Saya tidak menghakimi kamu kerana “setiap orang harus membuat keputusan bagi dirinya sendiri, selaras dengan keyakinannya” (Roma 14:5). Bagi saya, “hati nurani yang bersih” (1 Timotius 1:5) itu penting.

Sebab #3 Merayakan Bermaksud Mengiakan. Saya pernah berjumpa dengan seorang Kristian Reformed yang suka memberi komen yang kasar tentang Gereja Katolik terutamanya tentang hal patung-patung santo yang menyerupai berhala. Tetapi pada Hari Refomasi, saya pernah memberi komen yang lebih kurang sama kepada dia tentang patung Martin Luther. Dia menjawab, “Ini hanya sebagai simbolik.” Ini lucu, saya berpendapat, sama sahaja. Saya tidak ada masalah dengan simbolik dan peringatan. Malah, Kristianiti lebih menarik dan indah apabila kepercayaan kita diekspresikan melalui seni, sains dan simbolisme. Agama Kristian ialah bukan agama yang bosan! Tetapi saya ada masalah apabila kita mula merayakan sesuatu seolah-olah ia adakah kebenaran. Untuk merayakan Hari Krismas (kembali kepada topik) ialah untuk mengiakannya. Biar saya cuba menyoal diri saya sendiri, “Richard, tahukah kamu bahawa penggunaan istilah hari Sunday itu merujuk kepada ‘Sun’s day’ iaitu hari dewa matahari, Monday ‘Moon’s day’ hari dewi bulan dan sebagainya? Bukankah kamu dan seluruh dunia menggunakan sistem nama 7 hari yang berasal dari pagan juga?” Ya, benar. Tetapi perbezaannya ialah saya tidak merayakan mana-mana hari secara khusus.

Saya merasakan bahawa ada orang Muslim yang akan membaca artikel ini juga. Jadi, biar saya menggunakan contoh sambutan Hari Lahir Nabi Muhammad. Pada tahun 2019, di Malaysia, ia disambut pada 9th November*. Kebiasaannya di Malaysia, akan ada perarakan tetapi yang paling wajib ialah pembacaan Al-Quran dan berdoa secara berjemaah. Bagi yang bukan penganut agama Islam, adakah kita melakukan aktiviti-akitiviti seperti mereka pada Hari Lahir Nabi Muhammad? Sebagai orang Kristian, tentu tidak. Tetapi, bukankah semua kita bercuti pada masa itu? Ya. Maksudnya, kita bercuti tetapi tidak merayakannya. Jika kita merayakannya, ini bermaksud kita mengimani dan mengiakan siapa atau apa yang disambut pada hari itu. Saya percaya bahawa Muhammad ialah nabi palsu, tetapi ini tidak menghalang saya untuk bercuti pada masa sambutan kelahirannya. Pada Hari Krismas, saya tidak akan merayakannya (rujuk Sebab #1 dan #2) tetapi saya akan bercuti, makan bersama keluarga, melawat saudara-saudari saya dan kawan-kawan, dan pergi ke gereja seperti biasa. Semasa orang Islam berpuasa selama sebulan, adakah kita ikut juga? Kemungkinan besar tidak (ada segelintir orang yang ikut). Tetapi kamu pasti pernah dijemput untuk berbuka puasa bersama, kan? Saya harap kamu pernah. Jadi, adakah kamu automatik menjadi seorang Muslim apabila makan bersama mereka? Tidak. Inilah yang saya maksudkan dengan tidak merayakan Hari Krismas tetapi tetap akan melakukan apa yang benar dan baik pada masa itu.

Sebab #4 Hari Krismas Bertentangan dengan Prinsip Ajaran Alkitab. Saya tidak berkenan bila orang Kristian berfikiran terlalu sempit dengan mengatakan bahawa, “Jika ia tidak dinyatakan di dalam Alkitab, saya tidak akan melakukannya.” Sebenarnya, memang banyak perkara yang tidak dinyatakan di dalam Alkitab! Tidak ada seminar perkahwinan di dalam Alkitab, jadi ia tidak Alkitabiah? Tiada ada sekolah teologi di dalam Alkitab, adakah ia salah? Tidak ada alat musik gitar elektrik dalam puji sembah semasa Perjanjian Baru, adakah ia dihalang? Untuk semua soalan ini, jawapannya ialah TIDAK. Tetapi seminar perkahwinan, sekolah teologi dan gitar elektrik tidak sama kategori dengan Hari Krismas, iaitu perayaan agama pagan. Memang tidak ada petikan Firman Allah yang menyatakan bulat-bulat: “Jangan merayakan Hari Krismas.” Tetapi (maaf, banyak kali saya menggunakan ayat “tetapi”), TUHAN Allah pernah memerintah orang Israel untuk tidak mengikuti cara dan perilaku bangsa-bangsa yang menyembah berhala dikalangan mereka, contohnya, dalam Kitab Ulangan 12. Apabila kamu menyedari bahawa Hari Krismas ialah perayaan pagan yang pada asalnya diperkenalkan oleh para penyembah berhala, kamu patut sedar bahawa Firman Allah ini masih kuat kedengaran: “…berhati-hatilah supaya jangan sampai engkau terjerat sehingga engkau mengikuti perilaku mereka sesudah mereka dipunahkan daripada hadapanmu. Jangan sampai engkau bertanya-tanya tentang tuhan mereka seperti ini, ‘Bagaimana bangsa-bangsa ini menyembah tuhan mereka? Aku juga mahu berbuat sebegitu.’ Jangan berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu. Sesungguhnya, kalangan itu telah melakukan segala hal keji yang dibenci TUHAN demi tuhan mereka” (Ulangan 12:30-31). Secara bulat-bulat menghalang memang tidak; tetapi secara prinsipnya dan konsistensi keperibadian TUHAN Allah yang diungkapkan di dalam Alkitab, Hari Krismas memang bertentangan dengan ajaran-Nya.

Sebab #5 Hari Krismas Sangat Membebankan dan Banyak Membazirkan Wang. Ada banyak kesan positif yang berlaku pada Hari Krismas seperti semangat memberi dan kemurahan hati, meluangkan masa bersama orang tersayang dan persekutuan bersama, kehadiran di gereja bertambah [komen sinis] dan kesaksian meningkat lebih-lebih lagi di social media [satu lagi komen sinis]. Jika kamu menghargai seni berfikiran logik, kamu akan bersetuju dengan saya apabila saya mengatakan bahawa: kesan positif tidak semestinya membuktikan bahawa ia ialah kebenaran (contoh, menipu akan memberi kesan yang positif kepada si penipu tetapi memberi kesan negatif kepada yang ditipu). Jika kamu membuka mata dengan melihat orang disekeliling kamu, terutamanya orang yang kurang berkemampuan, kamu akan mendapati yang hari-hari perayaan seperti Hari Krismas sebenarnya membebankan mereka. Bapa akan berfikir, “Cukupkah duit nanti untuk membeli barangan Krismas dan untuk belanja keluarga?” Ibu akan termenung, “Apa makanan yang harus saya sediakan untuk keluarga dan para tetamu nanti?” Anak-anak dewasa akan berkira, “Jika saya mendapat gaji nanti, saya akan gunakan ini untuk ini, dan ini untuk ini, cukupkah belanja saya nanti sampai bulan depan?” Anak-anak akan bermimpi, “Krismas setahun sekali, ibubapa saya mesti belikan saya barang dan pakaian yang baru.” Ada juga yang risau, “Apa orang fikir nanti kalau saya tidak menyambut Hari Krismas atau saya menyambutnya dengan serba kekurangan?” Sikap membanding-banding, maruah dan harga diri akan timbul.

Jadi kita menasihatkan mereka, “Kalau begitu, sambutlah secara kecil-kecilan atau ala kadar.” Walaupun mereka menyambut dengan ala-kadar, hal ini akan mengingatkan mereka tentang kekurangan mereka (memang tidak dinafikan ada orang yang sentiasa bersikap berterima kasih dan puas). Pernah kamu berfikir kenapa mereka tidak membuka pintu pada hari pertama? Kenapa tidak ada jemputan daripada mereka? Kenapa mereka malu untuk melawat kamu? Percayalah, jika kamu datang dari keluarga yang susah seperti saya, kamu akan menarik nafas lega bila Hari Krismas sudah berlalu. Bagi yang tidak pernah hidup susah, kamu tidak akan faham; bagi yang pernah susah dan sekarang sudah kaya, kamu mudah lupa. Kita harus mengucap syukur dengan individu-individu, gereja-gereja dan organisasi-organisasi, malah kerajaan, yang banyak membantu orang miskin dan mengambil kesempatan pada Hari Krismas ini untuk memberi. Puji Tuhan! Tetapi fakta tetap fakta: Hari Krismas sangat membebankan orang kurang berkemampuan dan dengan banyak iklan-iklan jualan (sales) yang sentiasa memenuhi ruang sosial media pada masa kini, kita banyak membazirkan wang. Bak kata petikan yang saya pernah baca: “Kita membeli barang yang kita tidak perlu dengan duit yang kita tidak ada untuk menarik perhatian orang yang kita tidak suka.

*Tarikh lahir Nabi Muhammad yang tepat juga ada masalah. Majoriti para ulama Islam menetapkan 12 Rabi-ul-awal, tetapi bergantung kepada aliran juga. Di Malaysia, ia dipanggil sebagai “Mawlid” atau “Maulidur Rasul.” Kebanyakkan Muslim menyambutnya tetapi ada yang tidak, malah menganggap ia suatu dosa atau tidak perlu.


Antara kelima-lima sebab yang saya nyatakan di atas, sebab yang ke-5 merupakan sangat peribadi, tetapi sebab yang #1, #2, #3 dan #4, saya harap kamu berfikir baik-baik. Biar saya jelaskan apa yang saya tidak nyatakan dalam artikel ini:

a)     Saya tidak menyangkal fakta tentang kelahiran Yesus Kristus, saya cuma menyangkal perayaan Hari Krismas

b)    Saya tidak berkata bahawa orang Kristian yang merayakan Hari Krismas pada masa kini merupakan penyembah berhala. Saya cuma mempersoalkan, “Kenapa kamu masih merayakannya jika kamu tahu (hampir 100% sahih) bahawa ia berasal dari perayaan pagan?

c)     Saya tidak berpendapat bahawa ini ialah isu tentang keselamatan (salvation) tetapi lebih kepada hati nurani, pendirian dan kematangan iman

d)    Saya masih lagi akan mengunjungi rumah, bersama dengan keluarga dan rakan, bersukacita, memberi dan menerima kebaikan-Nya tetapi tidak akan merayakan Hari Krismas seperti berdoa khas, menghiasi rumah sendiri, menunjukkan imej-imej Krismas dan sebagainya (yang belum ditentukan lagi)

e)     Apabila bersama dengan keluarga terdekat atau/dan isteri dan keluarga kelak yang masih lagi merayakan Hari Krismas. Demi “orang yang lemah iman” (Roma 14:1), saya akan melakukan seminimum yang boleh supaya dengan pengetahuan yang saya ada, saya “tidak akan menjadi batu sandungan kepada orang yang lemah” (1 Korintus 8:9).

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.
 


Best Blogger Tips

They Click it A lot. [Top 7 last 7 Days]